Pagi Jum'at itu seperti biasa, aku mengagumi indahnya mentari sebagai ciptaan TUHAN dan menikmati hangatnya cahaya yang dipancarkannya
Namun sinar mentari yang menyentuh tubuhku pagi itu terasa nikmat, nikmat tidaklah pernah aku merasakan nikmatnya yang luar biasa seperti itu seumur hidupku.
Ketika aku merasakan kenikmatan yang teramat sangat terasa indah, ku memandang kedepan, ke kanan, ke kiri dan ke belakang dan hatiku berkata inikah CINTAKU INIKAH CINTAKU.
Bila ku ingat sinar mentari di pagi Jum'at nan indah itu, aku selalu teringat akan Firman TUHANKU "ALLAH cahaya bumi dan langit, perumpamaan cahaya-NYA adalah sebuah lobang yang tak tembus cahaya diatas cahaya berlapis-lapis ALLAH MEMERINTAHKAN kepada cahaya-NYA kepada orang yang ia kehendaki "Mimpikah aku ?"
Ternyata tidak, aku menyaksikan aku mendengar suara TAF bunyi hujan diatap mesjid, bersamaan dengan berderainya air mataku, hujan itu teramat deras, tak ada mendung tak ada awan yang menutupi langit yang biru, yang membuat ku bertanya YA TUHAN dari mana sumber AIR hujan ini, padahal langit kutatap cerah dengan mata ZAHIRKU cerah langit biru.
Lalu air hujan itu kubasuhkan kemukaku, berharap agar air tangisan dimataku terhenti, tapi ternyata air mataku tetap keluar dengan derasnya yang tak dapat kutahan.
Lalu setelah air mataku terhenti, aku buka al quran yang ada di perpustakaan mesjid, aku terkejut aku terharu dan menitikan air mata lagi dan batinku berkata alhamdulillah ya Allah aku telah bisa baca alquran, meskipun masih terbata bata...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar