Assalamualaikum..wr wb..
Selayanya diriku seorang bayi yang belajar meragkak dan berjalan, jatuh bangun adalah sebagai proses perjungan dan pengorbaban, demi sebuah tujuan.
Diriku sadar tempat dan tanah kelahirnya bukan diri dunia, tapi aheratlah ampung halaman dan tempat asalku.
Sedangkan tempat tingal di dunia tempat kelahiran jasad ini, yang sifat sementara.
Bila nanti waktu dan kesempatan jatah waktu ifu habis dan Alloh mencabut nyawaku, berarti berahirlah cerita tentang kehidupan duniaku, dan disitulah baru kita akan di hadapkan dengan kebidupan yang sebenar benarnya.
Tentang kebenaran firman firmaNya, saat kita di hadapkan dan dilihatkan tentang kehidupan yang sebenarnya, ia hanya menangis ata kesadaran tentang kelalayan atas waktu dan umur hanya untuk memburu dan mengejar dunia. Hingga kelalaian akan tujuan.
Itulah jasad akan di masukan ke dalam api Neraka atas kelalaian karena tidak bisa menjaga amanah..
Skedar buat renungan diri..
Semoga bermanfaat bagi si pembaca semuanya..
Wassallamu'allaikum..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar